
KEPULAUAN MERANTI — Respon.co.id – Setelah sepekan berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sebanyak 116 personel gabungan menjalani pemeriksaan kesehatan, Selasa (8/9/2026).
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi seluruh personel tetap prima dan siap melanjutkan tugas pemadaman serta pendinginan di Dusun Penapat, Desa Gemalasari, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kondisi kesehatan personel menjadi perhatian mengingat mereka telah bekerja selama berhari-hari di tengah situasi lapangan yang cukup berat. Paparan asap, suhu panas, medan terbuka, serta aktivitas pemadaman dan pendinginan secara terus-menerus dapat menguras kondisi fisik.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan personel merupakan bagian penting dalam operasi penanganan Karhutla.
«“Personel sudah berhari-hari di lapangan, sehingga kesehatan dan keselamatan mereka tetap menjadi prioritas,” ujar AKBP Gede Adi.»
Sementara itu, operasi penanganan Karhutla di Dusun Penapat masih terus dilakukan. Hingga Selasa malam, tidak ditemukan hotspot maupun titik api baru. Kondisi cuaca juga dilaporkan cerah.
Meski demikian, tim gabungan tetap melakukan kegiatan pendinginan secara intensif untuk memastikan bara api di dalam lahan gambut benar-benar padam dan tidak kembali muncul maupun meluas.
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, luas lahan yang terdampak Karhutla diperkirakan mencapai 87 hektare. Dari luasan tersebut, area yang telah dilakukan pemadaman dan pendinginan masing-masing sekitar 82 hektare.
Sebanyak 116 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka terdiri dari unsur Polri, TNI, BPBD, Satpol PP, PT SRL, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan, tim gabungan juga menggunakan berbagai peralatan, di antaranya kendaraan roda dua, Mini Striker, mesin Marks3, nozzle, selang pemadam, selang hisap, serta mesin Robin.
Selain itu, penanganan di lokasi turut didukung satu unit alat berat dan dua unit chainsaw guna mempercepat proses penanganan dan membuka akses menuju area yang sulit dijangkau.
Dengan pemeriksaan kesehatan dan dukungan peralatan tersebut, seluruh personel diharapkan tetap dalam kondisi prima sehingga upaya pemadaman dan pendinginan dapat dilakukan secara optimal hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.


Tidak ada komentar