Kapolres Meranti Turun ke Desa, Ajak Warga Cegah Karhutla dan Sukseskan Pilkades Damai

Hidayat Meranti
29 Agu 2026 05:10
Headline 0 60
3 menit membaca

KEPULAUAN MERANTI — Respon.co.id – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus diperkuat Polres Kepulauan Meranti melalui pendekatan langsung kepada warga. Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., turun menyapa masyarakat dalam kegiatan Jumat Keliling dan Jumat Berkah di Masjid Jami’ Al Muawanah, Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Jumat (28/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyampaikan sejumlah pesan penting kepada jemaah, terutama terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta menjaga keamanan dan persatuan masyarakat menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026.

Turut hadir Kabag SDM Polres Kepulauan Meranti Kompol Ali Azhar, S.Sos., Kasat Binmas AKP Aguslan, S.H., Kasat Lantas AKP Sardianto, S.E., Kepala Desa Gogok, pengurus dan imam masjid, tokoh masyarakat serta personel Polres Kepulauan Meranti.

Di hadapan para jemaah, Gede menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh masyarakat. Berdasarkan analisa kepolisian, kebakaran yang terjadi selama ini lebih banyak disebabkan oleh aktivitas manusia, baik karena kesengajaan maupun kelalaian.

“Penyebab kebakaran sejauh ini bukan alam, tapi dari manusia itu sendiri, baik sengaja maupun tidak disengaja atau kecerobohan masyarakat yang beraktivitas di dalam kebun atau lahan,” ujar Gede.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya Karhutla.

“Antisipasi bahwa El Nino merupakan salah satu faktor keadaan atau cuaca yang harus kita antisipasi dan memuncak untuk dua bulan ke depan sehingga diperlukan langkah-langkah nyata dan segera serta dilakukan masif oleh seluruh lapisan dan elemen masyarakat,” katanya.

Untuk itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak melakukan merun maupun membakar sampah sembarangan. Warga juga diingatkan memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang.

Menurut Gede, kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Meranti yang didominasi lahan gambut menjadi salah satu faktor yang membuat penanganan kebakaran semakin sulit apabila api sudah meluas.

“96 persen lahan di Kabupaten Kepulauan Meranti kita ini adalah lahan gambut dengan komoditi utama adalah perkebunan sagu, kelapa dan karet yang merupakan komoditi perkebunan dan lahan yang susah dipadamkan saat terjadi kebakaran lahan,” jelasnya.

Pilkades Harus Jadi Ajang Memperkuat Persatuan

Selain Karhutla, Kapolres memberikan perhatian terhadap situasi Kamtibmas menjelang pelaksanaan Pilkades. Ia mengajak seluruh masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk terjadinya perselisihan.

“Untuk wilayah yang melaksanakan Pilkades, kami juga mengingatkan agar seluruh masyarakat bersama-sama menjaga suasana tetap aman. Perbedaan pilihan adalah hal biasa dalam demokrasi, tetapi jangan sampai menimbulkan perpecahan,” kata Gede.

Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar serta mengedepankan komunikasi dan musyawarah apabila terjadi persoalan.

“Kami mengajak semua pihak menahan diri, tidak mudah terprovokasi dan menyelesaikan setiap persoalan melalui komunikasi yang baik. Pilkades harus menjadi bagian dari proses demokrasi yang memperkuat persatuan masyarakat, bukan sebaliknya,” tegasnya.

Jumat Berkah, Polisi Hadir di Tengah Masyarakat

Dalam rangkaian Jumat Berkah, Kapolres bersama jajaran juga makan bersama warga dan tokoh masyarakat. Ratusan kotak makanan serta air minum dibagikan kepada para jemaah.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sarana kontak dan tali asih kepada pengurus Masjid Jami’ Al Muawanah.

Gede mengatakan, kehadiran polisi di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi sekaligus melakukan pencegahan gangguan Kamtibmas sejak dini.

“Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan. Kami ingin personel juga hadir di tengah masyarakat untuk mendengar, menyampaikan imbauan dan bersama-sama mencegah potensi gangguan sejak dini,” ujarnya.

Kegiatan Jumat Keliling dan Jumat Berkah berakhir sekitar pukul 13.30 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Kepulauan Meranti kembali mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, mencegah Karhutla, menjaga persatuan serta mengawal Pilkades agar berlangsung aman, tertib, demokratis dan damai.

Masyarakat juga diimbau segera menghubungi Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan adanya gangguan Kamtibmas di lingkungan sekitar.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x