NU Meranti Bergerak, Rp24,8 Juta Bantuan untuk Sahabat Banser Korban Kebakaran

Hidayat Meranti
12 Sep 2026 11:06
Headline 0 181
3 menit membaca

RANGSANG — Respon.co.id – Musibah boleh datang tanpa diduga, tetapi persaudaraan tidak semestinya padam. Semangat itulah yang ditunjukkan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kepulauan Meranti saat memberikan bantuan kepada Alif, salah seorang Sahabat Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Rangsang yang menjadi korban kebakaran di Desa Dwi Tunggal.

Rumah Alif terbakar pada Sabtu (22/8/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan keluarga korban kehilangan sejumlah harta benda dan harus kembali menata kehidupan setelah tempat tinggal serta barang-barang miliknya dilalap api.

Hampir tiga pekan setelah kejadian, Sabtu (12/9/2026), jajaran Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kepulauan Meranti bersama unsur NU mendatangi kediaman korban. Selain menyerahkan bantuan, kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan moril kepada keluarga yang sedang menghadapi musibah.

Rombongan di antaranya dihadiri Ky. Muhammad Shodiq, S.Pd., Wakil Ketua PW GP Ansor Riau; Muhammad Taufik, M.Pd., Ketua LDNU Kepulauan Meranti; Fuji Rizqiono, S.E., Kasatkorcab Banser Kepulauan Meranti; H. Ulya, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Rangsang; serta jajaran pengurus GP Ansor dan Banser Kepulauan Meranti.

Ketua PC GP Ansor Kepulauan Meranti, Muttaqin, ST, mengatakan kedatangan mereka bukan semata-mata untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga untuk bersilaturahmi dan menunjukkan bahwa seorang sahabat yang sedang tertimpa musibah tidak menghadapi semuanya seorang diri.

“Beliau adalah sahabat kita. Kita bersilaturahmi dan turut merasakan kesedihan yang beliau alami. Kita yakin ini adalah kersane Gusti Allah,” ujar Muttaqin.

Menurutnya, kepedulian terhadap sesama kader harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Ia menegaskan GP Ansor akan terus berupaya membangun solidaritas dan kebersamaan, khususnya terhadap para sahabat yang sedang mendapatkan ujian.

“Kami peduli dan akan selalu bersinergi bersama-sama untuk para sahabat, terlebih bagi mereka yang sedang diuji Gusti Allah,” katanya.

Bantuan tersebut merupakan hasil donasi yang dihimpun PC GP Ansor Kepulauan Meranti dari para sahabat Ansor-Banser serta warga Nahdliyin di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Muttaqin juga menyampaikan permohonan maaf karena bantuan baru dapat disalurkan pada kesempatan tersebut. Sebelumnya, jajaran PC GP Ansor Kepulauan Meranti tengah mendampingi para kiai dalam mengikuti agenda Muktamar PBNU di Jombang.

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Kepulauan Meranti, Ky. Muhammad Dalhar, turut memberikan penguatan kepada keluarga korban. Ia mengajak keluarga untuk tetap sabar dan meyakini bahwa setiap musibah yang terjadi memiliki hikmah serta menjadi bagian dari ketentuan Allah SWT.

“Setiap kejadian, apa pun itu, semoga Allah mengganti apa yang telah raib dengan yang lebih baik, manfaat, barokah dan maslahat. Apa yang telah hilang dari hidup kita sebagai penghapus dosa dan kesalahan, dikifaratkan dan dihapus dosanya oleh Allah SWT,” tutur Ky. Muhammad Dalhar.

Bantuan Rp24,8 Juta

Kepedulian keluarga besar NU Meranti kemudian diwujudkan melalui bantuan yang berhasil dihimpun dari tiga unsur organisasi.

Rinciannya, PC GP Ansor Kepulauan Meranti menyerahkan bantuan sebesar Rp10.950.000, PCNU Kepulauan Meranti sebesar Rp4.850.000, dan MWC NU Kecamatan Rangsang sebesar Rp9.000.000.

Dengan demikian, total bantuan uang tunai yang disalurkan mencapai Rp24.800.000. Selain uang tunai, para sahabat GP Ansor juga memberikan bingkisan berupa pakaian untuk keluarga korban.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga Alif dan membantu memenuhi kebutuhan mereka setelah kehilangan sejumlah harta benda akibat kebakaran.

Bagi keluarga korban, bantuan tersebut memang tidak serta-merta mengembalikan apa yang telah hilang. Namun, kehadiran keluarga besar NU membawa pesan yang lebih besar: bahwa ketika seorang sahabat sedang diuji, ia tidak sendirian.

Di tengah rumah yang pernah dilalap api, persaudaraan justru menemukan maknanya. Kepedulian sesama kader dan warga Nahdliyin menjadi bukti bahwa semangat ukhuwah bukan hanya untuk diucapkan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata.

Sebab dalam persaudaraan, ketika satu sahabat diuji, yang lain hadir untuk menguatkan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x