PC IMM Meranti Desak PLN ULP Selatpanjang Buka Penyebab Pemadaman Listrik Berulang

Hidayat Meranti
13 Agu 2026 06:38
Headline 0 27
3 menit membaca

SELATPANJANG – Respon.co.id — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Kepulauan Meranti menyoroti pemadaman listrik yang kembali terjadi secara berulang di wilayah Selatpanjang dan sekitarnya. Kondisi tersebut dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat dan membutuhkan penjelasan yang transparan serta langkah penyelesaian yang nyata dari PLN ULP Selatpanjang (13/08/ 2026).

Sekretaris PC IMM Kepulauan Meranti, Diva Pangestu, mengatakan pemadaman listrik yang terjadi berulang kali tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui penyebab gangguan, wilayah terdampak, proses pemulihan, serta langkah yang dilakukan PLN untuk mencegah persoalan serupa kembali terjadi.

“Ketika listrik padam berkali-kali tanpa kejelasan informasi yang memadai, masyarakat berhak mempertanyakan apa sebenarnya yang sedang terjadi dan sampai kapan kondisi seperti ini akan dibiarkan,” ujar Diva Pangestu, Kamis (13/8/2026).

Diva menegaskan, PC IMM Meranti meminta PLN ULP Selatpanjang menjalankan prinsip transparansi dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penjelasan mengenai gangguan kelistrikan, menurutnya, harus disampaikan secara terbuka, faktual, dan disertai langkah penanganan yang jelas.

“Kami meminta PLN ULP Selatpanjang untuk transparan dan bertanggung jawab atas persoalan pemadaman listrik yang terjadi. Jangan sampai masyarakat hanya diberikan penjelasan berupa omongan dan janji manis, tetapi tidak ada kejelasan serta langkah nyata dalam menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.

Ia menilai listrik bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan kebutuhan dasar masyarakat yang berkaitan langsung dengan berbagai sektor kehidupan. Pemadaman berulang dapat berdampak terhadap aktivitas ekonomi, kegiatan belajar dan mengajar, pelayanan publik, komunikasi, usaha masyarakat, hingga aktivitas rumah tangga.

Karena itu, PC IMM Meranti meminta PLN memberikan informasi yang mudah diakses masyarakat setiap kali terjadi gangguan. Informasi tersebut setidaknya mencakup penyebab gangguan, lokasi atau wilayah terdampak, estimasi waktu penormalan, serta perkembangan proses perbaikan.

“Kalau memang terjadi gangguan teknis, sampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Kalau ada kendala dalam sistem, jelaskan apa kendalanya dan apa langkah yang dilakukan. Kami tidak ingin masyarakat terus-menerus berada dalam ketidakpastian. Transparansi harus dibuktikan dengan tindakan, bukan sekadar pernyataan,” katanya.

Dorong Evaluasi Menyeluruh

Selain menuntut keterbukaan informasi, PC IMM Kepulauan Meranti juga mendorong PLN ULP Selatpanjang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan di wilayah Kepulauan Meranti.

Evaluasi tersebut dinilai penting untuk mengetahui akar persoalan yang menyebabkan gangguan berulang, sekaligus menyusun langkah pencegahan dan peningkatan keandalan sistem kelistrikan.

PC IMM berharap evaluasi tidak berhenti pada identifikasi persoalan, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya penjelasan ketika listrik padam. Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa ada evaluasi, ada perbaikan, dan ada upaya serius agar gangguan yang sama tidak terus berulang,” ujar Diva.

Ia menambahkan, kritik yang disampaikan PC IMM Meranti merupakan bentuk kepedulian terhadap kepentingan masyarakat. Mahasiswa, kata dia, memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan aspirasi masyarakat ketika terdapat persoalan pelayanan publik yang dinilai perlu mendapat perhatian.

PC IMM Meranti juga berharap PLN ULP Selatpanjang membuka ruang komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat, sehingga setiap persoalan kelistrikan dapat disampaikan dan ditangani secara terbuka.

“Kami meminta PLN ULP Selatpanjang menunjukkan tanggung jawabnya kepada masyarakat. Jangan hanya ketika terjadi masalah kemudian muncul janji bahwa semuanya akan diperbaiki. Masyarakat membutuhkan bukti, kepastian, dan pelayanan yang nyata,” tutup Diva Pangestu.

PC IMM Kepulauan Meranti menegaskan akan terus mengawal persoalan pelayanan publik yang menyangkut kepentingan masyarakat. Pemenuhan kebutuhan listrik yang andal, transparan, dan berkelanjutan dinilai merupakan bagian penting dalam mendukung aktivitas serta perekonomian masyarakat Kepulauan Meranti.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x