Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tabrakan Dua Speedboat di Perairan Sialang Pasung

Hidayat Meranti
5 Sep 2026 07:18
Headline 0 19
2 menit membaca

KEPULAUAN MERANTI – Respon.co.id – Setelah tiga hari dilakukan pencarian, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Bima Zulkarnain, korban kecelakaan laut yang melibatkan dua speedboat di Perairan Selat Air Hitam, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di perairan Desa Sialang Pasung, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Lokasi penemuan korban berada cukup jauh dari titik awal kecelakaan yang terjadi pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 15.10 WIB.

Kecelakaan tersebut melibatkan SB Eagle 11 dan SB Four Brother 03 di Perairan Selat Air Hitam, Kecamatan Tebing Tinggi. Sejak kejadian, Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian dengan menyisir kawasan sekitar lokasi kecelakaan hingga wilayah yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kasat Polairud IPTU Abdul Roni, S.H., membenarkan bahwa korban yang sebelumnya dinyatakan belum ditemukan telah berhasil dievakuasi.

“Korban ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB di Perairan Desa Sialang Pasung,” ujar Abdul Roni.

Operasi pencarian hari ketiga dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Tim terlebih dahulu melakukan pengecekan personel dan sarana pendukung, kemudian membagi sektor pencarian sebelum bergerak menyisir perairan.

Sebanyak 21 personel terlibat dalam operasi tersebut. Mereka terdiri dari lima personel Satpolairud Polres Kepulauan Meranti, tiga personel Ditpolairud Polda Riau, dua personel TNI AL, lima personel Basarnas, serta enam anggota keluarga korban.

Dalam proses pencarian, tim memperhitungkan kondisi arus, cuaca, serta karakteristik perairan untuk memperkirakan kemungkinan arah hanyut korban.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 10.00 WIB, tim menerima informasi mengenai keberadaan korban. Setelah dilakukan pengecekan, korban yang ditemukan diduga kuat merupakan Bima Zulkarnain.

Korban ditemukan pada koordinat 1° 1′ 35.097″ N, 102° 41′ 26.170″ E. Selanjutnya, Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi dan membawa korban ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk penanganan serta proses identifikasi lebih lanjut.

Bima Zulkarnain diketahui berusia 28 tahun dan merupakan warga Parit I/II Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian terhadap Bima yang sebelumnya dinyatakan hilang resmi dihentikan. Selanjutnya, tim gabungan berkoordinasi dengan pihak keluarga dan instansi terkait untuk proses identifikasi serta penanganan korban.

Abdul Roni menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pencarian hingga proses evakuasi melibatkan berbagai unsur dan dilakukan secara bersama-sama.

Kecelakaan yang melibatkan SB Eagle 11 dan SB Four Brother 03 terjadi pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 15.10 WIB di Perairan Selat Air Hitam, Kecamatan Tebing Tinggi. Sejak laporan diterima, pencarian dilakukan secara berkelanjutan hingga korban terakhir berhasil ditemukan pada hari ketiga.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x