
KEPULAUAN MERANTI – Respon.co.id – Upaya memperkuat budaya literasi sejak usia dini terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Tahun 2026, sebanyak 169 Sekolah Dasar (SD) negeri dan swasta di wilayah Kepulauan Meranti mendapat alokasi Program Bantuan Pemerintah Sarana Keterampilan Menulis.
Program tersebut menyasar peserta didik kelas I dan II dengan memberikan sarana alat tulis sebagai penunjang proses pembelajaran. Bantuan ini diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan belajar siswa, tetapi juga menjadi pemantik tumbuhnya minat menulis, kreativitas, serta keberanian anak dalam menuangkan ide dan gagasan.
Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan, Disdikbud Kabupaten Kepulauan Meranti mengikuti Sosialisasi Program Bantuan Pemerintah Sarana Keterampilan Menulis Tahun 2026 yang digelar pada 19–22 Agustus 2026 di Atria Hotel Gading Serpong, Tangerang.
Disdikbud Meranti hadir langsung melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras), Feni Utami. Sosialisasi tersebut menjadi momentum strategis untuk menyamakan pemahaman terkait petunjuk teknis sekaligus memperkuat koordinasi agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Feni Utami menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal berbagai peluang dukungan dari pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kepulauan Meranti.
“Sebagai anak daerah, kita memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan fasilitas belajar anak-anak kita terpenuhi dengan layak. Kerja keras dan koordinasi intensif dengan kementerian ini adalah bagian dari dedikasi kami untuk terus bekerja demi kemajuan negeri yang kita cintai. Kami ingin memastikan setiap bantuan yang turun ke Meranti memberikan dampak nyata bagi kualitas belajar peserta didik,” tegas Feni.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat relevan bagi siswa kelas I dan II yang sedang berada dalam tahap penting pembentukan kemampuan dasar literasi. Kebiasaan membaca, menulis, dan mengungkapkan gagasan perlu ditanamkan sejak awal agar menjadi bagian dari karakter belajar anak.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti, Raja Yusran, memberikan apresiasi terhadap langkah proaktif Bidang Sarpras dalam mengawal program tersebut.
Ia menilai keberhasilan program tidak hanya bergantung pada tersedianya sarana, tetapi juga pada kreativitas guru dalam menggunakannya sebagai media pembelajaran.
“Kami memberikan apresiasi atas langkah cepat dan pengawalan yang dilakukan Bidang Sarpras. Program Bantuan Sarana Keterampilan Menulis ini merupakan pijakan penting dalam membentuk generasi Meranti yang literat. Bantuan sarana ini harus dibarengi dengan pola pembelajaran yang kreatif dari para guru di sekolah,” ujar Raja Yusran.
Raja Yusran juga meminta seluruh sekolah penerima memanfaatkan bantuan secara optimal dan penuh tanggung jawab. Ia berharap alat tulis yang diberikan tidak sekadar menjadi perlengkapan belajar, tetapi mampu menjadi sarana bagi siswa untuk melahirkan ide, mengembangkan imajinasi, dan membangun kepercayaan diri.
“Saya berpesan agar bantuan ini dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan anak-anak kita. Jangan sampai berhenti pada pemberian fisik sarana semata. Guru harus mampu memantik imajinasi siswa sehingga dari alat tulis ini lahir gagasan, ide, dan keberanian anak-anak untuk mengekspresikan dirinya,” tambahnya.
Dengan menjangkau 169 SD negeri dan swasta, program ini diharapkan mampu memperkuat pemerataan fasilitas pembelajaran sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan hingga ke berbagai pelosok Kepulauan Meranti.
Lebih dari sekadar bantuan alat tulis, program tersebut menjadi investasi sederhana namun penting bagi masa depan anak-anak Meranti.
Sebab, dari sebuah pensil lahir sebuah tulisan. Dari tulisan tumbuh gagasan. Dari gagasan lahir kreativitas. Dan dari anak-anak yang gemar menulis sejak dini, sedang disiapkan generasi Meranti yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing.


Tidak ada komentar