MEDAN — Aktivitas perjudian yang diduga terkait dengan seorang pengusaha berinisial Aseng Kayu dilaporkan masih berlangsung di kawasan Yanglim Plaza, Kota Medan, Sumatera Utara. Lokasi yang disebut-sebut menjadi tempat praktik perjudian itu berada di lantai paling atas gedung pusat perbelanjaan tersebut.
Informasi mengenai aktivitas tersebut diperoleh dari sejumlah sumber yang menyebutkan bahwa lokasi tersebut diduga menyediakan berbagai jenis permainan judi dan beroperasi hampir setiap hari. Para pemain disebut datang silih berganti, bahkan hingga larut malam.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa aktivitas perjudian di lokasi tersebut bukanlah hal baru bagi masyarakat sekitar.
“Sudah lama itu beroperasi di atas. Banyak orang juga sudah tahu kalau di situ tempat judi. Tapi sampai sekarang belum pernah terlihat ada tindakan,” ujar sumber tersebut.
Keberadaan praktik perjudian tersebut menjadi sorotan karena diduga tetap beroperasi di tengah bulan suci Ramadan, saat umat Muslim tengah menjalankan ibadah puasa. Kondisi ini memicu kekecewaan sejumlah warga yang menilai aktivitas tersebut tidak menghormati suasana religius yang sedang berlangsung.
Selain itu, lokasi Yanglim Plaza yang berada di kawasan pusat kota dan cukup ramai dinilai membuat aktivitas tersebut sulit luput dari perhatian publik.
“Lokasinya kan di tengah kota, bukan tempat yang tersembunyi. Jadi wajar kalau masyarakat bertanya-tanya kenapa sampai sekarang belum ada penindakan,” kata warga lainnya.
Sejumlah masyarakat pun berharap aparat penegak hukum, khususnya pihak kepolisian di Kota Medan, dapat menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan pengecekan dan penertiban jika terbukti terdapat aktivitas perjudian di lokasi dimaksud.
“Kalau memang benar ada praktik judi di sana, kami berharap aparat segera bertindak tegas. Apalagi sekarang sedang Ramadan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan aktivitas perjudian di lantai atas Yanglim Plaza tersebut.
Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh keterangan lebih lanjut mengenai informasi yang beredar di masyarakat tersebut.
Tidak ada komentar