Lindungi Warga dari Kabut Asap, Camat Marzlin Jamal dan Puskesmas Sungai Tohor Turun Bagikan Masker

Hidayat Meranti
8 Sep 2026 04:59
Headline 0 40
2 menit membaca

KEPULAUAN MERANTI — Respon.co.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi perhatian Pemerintah Kecamatan Tebingtinggi Timur. Untuk membantu melindungi kesehatan masyarakat dari paparan asap, Pemerintah Kecamatan Tebingtinggi Timur bersama UPT Puskesmas Sungai Tohor membagikan masker kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang tetap harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.

Camat Tebingtinggi Timur Marzlin Jamal, S.KM, mengatakan pembagian masker merupakan langkah sederhana namun penting untuk membantu masyarakat mengurangi paparan langsung asap.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak kabut asap. Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah, kami mengajak untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi asap semakin pekat,” ujar Marzlin Jamal.

Ia juga mengajak masyarakat bersama-sama mencegah terjadinya karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

“Pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api atau kebakaran, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat ditangani secepat mungkin,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Sungai Tohor Yesi Apriyanti, S.Tr.Keb, menyampaikan bahwa kabut asap dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

“Penggunaan masker merupakan salah satu upaya untuk mengurangi paparan partikel dan asap ketika masyarakat harus berada di luar ruangan. Kami juga mengimbau masyarakat memperbanyak minum air putih, menjaga kondisi tubuh dan membatasi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk,” ujar Yesi.

Ia menambahkan, masyarakat diminta segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk terus-menerus, sesak napas, nyeri dada, iritasi mata, atau keluhan kesehatan lainnya yang dirasakan setelah terpapar asap.

“Jangan abaikan apabila muncul keluhan kesehatan. Jika mengalami gangguan pernapasan atau kondisi kesehatan yang memburuk, segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan,” tambahnya.

Pembagian masker tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi kondisi kabut asap sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan selama terjadinya karhutla.

Pemerintah Kecamatan Tebingtinggi Timur bersama UPT Puskesmas Sungai Tohor juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah karhutla. Upaya pencegahan dinilai menjadi langkah paling penting agar kebakaran tidak semakin meluas dan dampak kabut asap terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x