
MEUREUDU, respon.co.id |PIDIE JAYA – Ritme kebangkitan sosial dan spiritual pasca bencana banjir bandang terus bergema di tanah Pidie Jaya. Setelah sukses digelar di Blang Awe pekan lalu, rangkaian kegiatan “Jumat Berkah” kembali menyapa masyarakat di titik terdampak lainnya. Kali ini, nuansa syukur dan semangat berbagi hadir di Mesjid Baitulsattar, Gampong Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu, pada Jumat pagi, 23 Januari 2026.
Gampong Mesjid Tuha, yang tercatat sebagai salah satu wilayah terparah saat banjir bandang melanda pada 26 November 2025 lalu, menjadi saksi bisu sekaligus pelaku utama dalam pemulihan yang penuh hikmah. Pagi itu, usai shalat Subuh berjamaah yang diimami langsung oleh tokoh agama setempat, puluhan jamaah yang terdiri dari warga sekitar, tokoh masyarakat, dan relawan tidak langsung beranjak. Mereka berkumpul untuk melanjutkan tradisi Jumat Berkah yang telah dua bulan terhenti akibat bencana.
Seperti biasa, kegiatan inti dimulai dengan sarapan pagi bersama. Hidangan sederhana namun penuh makna disantap dalam suasana kekeluargaan yang hangat, menguatkan tali silaturahmi yang sempat terputus oleh kepanikan dan kesedihan pascabencana.
Namun, pagi itu membawa berkah lebih. Berkolaborasi dengan Tim Jumat Berkah Pidie Jaya, Yayasan Madinah Pekanbaru, Riau, kembali menunjukkan solidaritasnya. Melalui perpanjangan tangan yang diwakili oleh Ketua Koordinator Jumat Berkah, Iskandar Idris, yayasan tersebut mendonasikan sejumlah Al-Quran kepada masyarakat Gampong Mesjid Tuha. Penyerahan dilakukan secara simbolis di serambi mesjid, disaksikan oleh Geuchik Gampong, Teungku Imum, dan puluhan jamaah yang hadir.

Iskandar Idris, dalam paparannya kepada Cek Mad dari media ini, menegaskan makna kebangkitan dari rangkaian kegiatan ini. “Kegiatan rutin Jumat Berkah ini memang sempat terhenti sekitar dua bulan akibat bencana banjir bandang yang melanda Pidie Jaya. Alhamdulillah, kini kami mulai aktif kembali. Kehadiran kita hari di Gampong Mesjid Tuha ini adalah bukti bahwa semangat untuk berbagi dan menjaga ukhuwah tidak pernah padam,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iskandar menjelaskan peran ganda timnya sebagai penggerak lokal dan penghubung dengan kepedulian nasional. “Kami juga bertindak sebagai perpanjangan tangan dari Yayasan Madinah Pekanbaru, Riau, untuk membagikan Al-Quran ini. Ini adalah bentuk kepedulian saudara-saudara kita dari seberang pulau yang ikut merasakan duka warga Pidie Jaya,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang penuh khidmat itu, Iskandar juga menyampaikan refleksi mendalam tentang hikmah di balik musibah. “Alhamdulillah, semuanya berjalan sukses dan lancar. Mudah-mudahan, apa yang telah terjadi, bencana banjir bandang pada 26 November 2025 lalu, justru membuat kita semua menjadi lebih tabah dan sabar. Lebih dari itu, semoga musibah ini menambah rasa keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” pungkasnya dengan penuh ketulusan, mengundang gumam “Aamiin” dari seluruh jamaah.
Kehadiran tokoh masyarakat Gampong Mesjid Tuha dalam acara tersebut menambah kesan kolaboratif. Mereka menyambut baik kembalinya kegiatan Jumat Berkah dan bantuan Al-Quran, yang dinilai sangat vital untuk mengisi kembali rak-rak kosong dan memulihkan aktivitas mengaji yang sempat terganggu.
“Mesjid kami, Baitulsattar, juga mengalami kerusakan dan banyak mushaf yang rusak. Bantuan ini sangat tepat waktu. Ini bukan hanya soal mengganti kitab yang hilang, tapi tentang mengembalikan cahaya ilmu dan pedoman hidup ke tengah-tengah komunitas kami yang sedang berbenah,” ujar H. A. Wahab Robinson salah seorang tokoh gampong Mesjid Tuha.
Dengan terselenggaranya Jumat Berkah di Gampong Mesjid Tuha ini, gerakan sosial-keagamaan ini semakin menunjukkan komitmennya untuk menjangkau wilayah-wilayah terdampak secara merata. Aktivitas ini tidak sekadar menjadi program charity, namun telah bertransformasi menjadi simbol nyata dari ketangguhan, solidaritas lintas daerah, dan kebangkitan spiritual yang berjalan beriringan dengan pemulihan fisik. Sebuah pesan kuat bahwa dari puing-puing bencana, masyarakat Pidie Jaya bangkit dengan iman yang lebih kokoh dan persaudaraan yang lebih erat. (CM)


Tidak ada komentar