Perjalanan Panjang Seorang Drs. Muhammat Alfajri, Dari Camat,Sekre Polpp Hingga Menjadi Sekretaris DPRD kab Solok

Ariston Biro solok
30 Okt 2026 09:13
Daerah 0 20
5 menit membaca

Drs. Muhammad Al-Fajri, Perjalanan Panjang Seorang Pamong: Dari Camat hingga Sekretaris DPRD Kabupaten Solok

Solok.Respon.co.id-30 Oktober 2026 – Perjalanan panjang dalam pengabdian kepada pemerintah dan masyarakat telah mengantarkan Drs. Muhammad Al-Fajri pada sebuah amanah penting sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Solok. Berbekal pengalaman lebih dari tiga dekade di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), Al-Fajri dikenal sebagai sosok birokrat yang komunikatif, bersahaja, ramah, dan memiliki pendekatan humanis dalam membangun hubungan kerja.

Di setiap tempat penugasan, ia selalu berupaya menciptakan suasana kerja yang harmonis. Sikap terbuka, sederhana, serta kedekatannya dengan jajaran staf menjadikannya sosok yang dikenal dekat dan dihormati oleh lingkungan kerja.

Perjalanan pengabdiannya dimulai pada 1 Februari 1989, saat ia resmi diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dengan semangat untuk terus meningkatkan kapasitas diri, ia kemudian melanjutkan pendidikan melalui tugas belajar di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Bukittinggi.

Pada 1992, Al-Fajri mengawali penugasan di Kabupaten Lima Puluh Kota. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 1995, ia kembali melanjutkan pendidikan ke Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta untuk meraih gelar sarjana.

Tahun 1998 menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya. Ia pindah tugas ke Kabupaten Solok dan mulai mengabdikan diri dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah tersebut.

Pengalaman demi pengalaman terus mengasah kapasitas dan kemampuannya. Pada 2003, ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Camat Lembah Gumanti. Setahun kemudian, pada 2004, ia mendapat amanah sebagai Camat Pantai Cermin. Selanjutnya, pada 2006, ia dipercaya memimpin Kecamatan X Koto Diatas.

Perjalanan kariernya terus berkembang. Pada tahun yang sama, ia juga dipercaya mengemban tugas di bidang Inforkomp. Kemudian, pada 2009, ia mendapat amanah di KPPT, sebelum melanjutkan pengabdian di KP3M pada 2011.

Pada 2013, Al-Fajri kembali mendapat kepercayaan untuk menduduki jabatan strategis sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok.

Pengalaman berikutnya berlanjut di lingkungan Dinas Sosial sebagai Kepala Bidang Penanganan Kemiskinan. Setelah itu, ia dipercaya menjabat Sekretaris Dinas Pariwisata dan kembali bertugas di Dinas Sosial pada 2022.

Pada 2023, ia mendapat amanah sebagai Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Solok.

Hingga akhirnya, pada 15 Desember 2025, perjalanan panjang pengabdiannya kembali memasuki babak baru. Drs. Muhammad Al-Fajri resmi dipercaya menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Solok, sebuah posisi strategis yang hingga kini diembannya.

Sekretaris DPRD, Amanah Sekaligus Tantangan yang Menyenangkan

Bagi Al-Fajri, jabatan Sekretaris DPRD bukan sekadar perpindahan posisi dalam struktur birokrasi, melainkan amanah yang menghadirkan tantangan sekaligus pengalaman baru yang menyenangkan.

Menurutnya, DPRD merupakan lembaga yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan organisasi perangkat daerah lainnya. Pimpinan dan anggota DPRD merupakan representasi masyarakat dengan latar belakang, pengalaman, serta pandangan politik yang beragam.

“Justru di situlah letak kekayaan pengalaman dan pergaulan kita. Kita berhadapan dengan banyak karakter, pemikiran, serta pengalaman yang berbeda. Itu menjadi pembelajaran tersendiri bagi saya,” ungkap Al-Fajri saat berbincang di ruang kerjanya di Arosuka, Jumat (30/10/2026).

Ia menjelaskan, Sekretariat DPRD memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi kedewanan. Dukungan tersebut mencakup urusan administrasi, persidangan, keuangan, hingga fasilitasi seluruh kegiatan pimpinan dan anggota DPRD.

Karena itu, komunikasi dan koordinasi yang baik menjadi faktor penting dalam menjalankan tugas tersebut.

Menurutnya, Sekretariat DPRD harus mampu menjadi jembatan komunikasi antara lembaga legislatif dan pemerintah daerah. Dalam menjalankan fungsi tersebut, terdapat dua aspek pertanggungjawaban yang harus dipahami dan dilaksanakan secara profesional.

“Secara operasional, kita bertanggung jawab kepada Pimpinan DPRD, sementara secara administratif kita bertanggung jawab kepada Bupati Solok sebagai atasan kita. Kedua hubungan ini harus berjalan dengan baik, profesional, dan saling mendukung,” jelasnya.

Komunikasi dan Pelayanan Menjadi Kunci

Al-Fajri menilai, salah satu faktor yang mendukung kelancaran tugasnya di Sekretariat DPRD adalah pengalaman para pimpinan DPRD yang telah cukup matang, baik dalam pemerintahan maupun dunia politik.

Menurutnya, pengalaman pimpinan DPRD Kabupaten Solok yang telah melalui berbagai periode pengabdian menjadi modal positif dalam membangun komunikasi, koordinasi, dan sinergi kelembagaan.

Baginya, tugas Sekretariat DPRD tidak sebatas menyelesaikan urusan administrasi dan menjalankan rutinitas perkantoran. Lebih dari itu, Sekretariat DPRD harus mampu memastikan seluruh kebutuhan kelembagaan dan kegiatan kedewanan dapat terfasilitasi dengan baik.

Ia berkomitmen membangun lingkungan kerja yang harmonis dengan mengedepankan komunikasi, kebersamaan, serta sikap saling menghargai antara pimpinan, anggota DPRD, pejabat struktural, dan seluruh jajaran staf Sekretariat DPRD.

Al-Fajri juga menegaskan bahwa menjadi aparatur pemerintah berarti harus siap memberikan pelayanan terbaik kepada siapa pun tanpa membedakan latar belakang maupun kedudukan.

“Jangan pernah lelah melayani dengan baik kepada siapa pun. Itulah esensi kita sebagai aparatur pemerintah. Pelayanan harus menjadi prioritas, bukan sekadar kewajiban karena jabatan,” pesannya.

Semangat pelayanan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan arah kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Solok di bawah Bupati Jon Firman Pandu, S.H., dan Wakil Bupati H. Candra, S.Hi., yang mengedepankan prinsip memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pamong yang Terus Belajar dan Mengabdi

Jika menilik perjalanan kariernya sejak 1989, Drs. Muhammad Al-Fajri merupakan sosok birokrat yang telah melewati berbagai dinamika penyelenggaraan pemerintahan. Mulai dari pengalaman di tingkat kecamatan, memimpin perangkat daerah, mengelola pelayanan publik, hingga kini mengemban amanah di lingkungan lembaga legislatif.

Rentang pengalaman tersebut menjadi modal berharga dalam memahami tata kelola pemerintahan, membangun koordinasi antarlembaga, serta menghadirkan pelayanan administrasi yang profesional dan berkualitas.

Namun, bagi seorang pamong, keberhasilan pengabdian bukan semata-mata diukur dari banyaknya jabatan yang pernah diduduki. Lebih dari itu, ukuran sesungguhnya terletak pada bagaimana setiap amanah dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan ketulusan.

Perjalanan Drs. Muhammad Al-Fajri memberikan gambaran bahwa pengalaman, kemampuan berkomunikasi, keramahan, serta kemauan untuk terus belajar merupakan bekal penting bagi seorang aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Kini, di Sekretariat DPRD Kabupaten Solok, perjalanan pengabdian itu terus berlanjut. Dengan pengalaman yang telah ditempa selama puluhan tahun, Al-Fajri diharapkan mampu memperkuat pelayanan administrasi dan fasilitasi kedewanan, sekaligus menjaga hubungan kelembagaan yang harmonis antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Solok.

Sebab, pada akhirnya, jabatan boleh berganti dan tempat pengabdian dapat berpindah. Namun, semangat seorang pamong sejati tetaplah sama: hadir untuk melayani, bekerja dengan ketulusan, dan mengabdi demi kemajuan daerah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x