LAMR Meranti Gelar Syarahan Sastra Budaya di Ponpes Darul Fikri, Tanamkan Nilai Melayu dan Keislaman

Hidayat Meranti
9 Sep 2026 13:16
Headline 0 12
3 menit membaca

KEPULAUAN MERANTI — Respon.co.id – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Kebudayaan Melayu, Syarahan Sastra Budaya, dan Bedah Buku Cerita Melayu. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Darul Fikri Selatpanjang, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda LAMR Kepulauan Meranti dalam memperkenalkan sekaligus menanamkan pemahaman tentang kebudayaan Melayu kepada generasi muda, khususnya di lingkungan pendidikan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., mengatakan, sosialisasi kebudayaan Melayu merupakan agenda yang secara konsisten dilaksanakan LAMR.

Menurutnya, dalam lingkungan pendidikan dasar dan menengah, materi yang disampaikan lebih diarahkan pada kajian sastra dan budaya. Namun, pada kegiatan kali ini LAMR juga menghadirkan sesi bedah buku cerita Melayu agar para santri dapat memahami proses lahirnya sebuah karya sastra Melayu yang tidak terlepas dari nilai-nilai kehidupan dan ajaran Islam.

“Ini merupakan agenda tetap LAMR Kepulauan Meranti dalam rangka menyosialisasikan kebudayaan Melayu. Dalam lingkup lembaga pendidikan dasar dan menengah, kami memberi batasan kajian pada sastra budaya,” ujar Afrizal.

Ia menjelaskan, bedah buku cerita Melayu sengaja dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada para santri mengenai hubungan antara karya sastra Melayu dengan nilai-nilai keislaman yang menjadi salah satu sendi penting dalam kehidupan masyarakat Melayu.

“Gunanya supaya para santri dapat memahami bagaimana sebuah karya sastra Melayu itu lahir, yang tentunya beriringan dengan sendi-sendi keislaman,” tambahnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Fikri, Datuk Buya H. Ahmad Fauzi, menyambut baik kegiatan yang ditaja LAMR Kepulauan Meranti tersebut.

Ia menilai, kegiatan Syarahan Sastra Budaya memberikan tambahan wawasan dan ilmu pengetahuan bagi para santri, terutama dalam memahami kebudayaan dan sastra Melayu.

“Kami menyambut baik tawaran dari LAMR Kepulauan Meranti untuk bekerja sama dalam kegiatan ini. Alhamdulillah, kegiatan Syarahan Sastra Budaya dapat terlaksana di sini,” katanya.

“Kami yakin, dengan kegiatan ini banyak tunjuk ajar dan ilmu yang diberikan kepada para santri kami. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada LAMR Kepulauan Meranti,” sambungnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Penyelaras Bidang Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan LAMR, Datuk Khairan Efendi, M.Pd.I., serta sejumlah pengurus LAMR Kepulauan Meranti.

Dari pihak Pondok Pesantren Darul Fikri, turut hadir Kepala SMA IT Darul Fikri Dr. Amrul Fahmi, M.Pd.I., Kepala SMP IT Umi Fatmi Hayati, S.Ag., M.Pd., beserta sejumlah guru dan pengasuh.

Sebanyak 90 santri mengikuti kegiatan tersebut sebagai peserta. Mereka mendapatkan materi mengenai kebudayaan Melayu, sastra budaya, serta pembahasan mengenai cerita Melayu yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan dan keislaman.

Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama serta penyerahan tanda mata dari LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti kepada pihak Pondok Pesantren Darul Fikri.

Melalui kegiatan tersebut, LAMR Kepulauan Meranti berharap pemahaman generasi muda terhadap identitas, sastra, dan budaya Melayu terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x