Indra Dewana Minta PT NSP Hengkang Saja Dari Tebingtinggi Timur

Hidayat Meranti
17 Jun 2026 15:20
2 menit membaca

KEPULAUAN MERANTI – PT National Sago Prima (NSP) merupakan salah satu perusahaan yang berada di Kabupaten Kepulauan Meranti, tepatnya di kecamatan Tebingtinggi Timur.

Tanaman kehidupan merupakan program kemitraan yang diwajibkan kepada PT National Sago Prima ( NSP ) sebagai pemegang Izin Hutan Tanaman Industri ( HTI ) yang berlokasi di wilayah Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Tanaman Kehidupan pada dasarnya di harapkan memberikan manfaat bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan yang di kelola oleh Perusahaan National Sago Prima ( NSP ) tersebut.

Namun ironisnya, sejak di tanda tangani nya serah terima tanaman kehidupan pada tahun 2017 oleh Pemerintah Daerah pada masa itu Bupati Irwan Nasir dan pihak Perusahaan National Sago Prima ( NSP ) hingga kini belum ada kejelasan terkait kebermanfaatan tanaman kehidupan tersebut.

Beberapa dasar hukum terkait kewajiban yang harus dialokasikan oleh perusahaan pemegang izin Hutan Tanaman Industri ( HTI )

a. Undang Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan

b. PP Nomor 7 Tahun 1990 tentang Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri

c. Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.12/MENLHK-II/2015 tentang Pembangunan Hutan Tanaman Industri

Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Pemuda Desa Teluk Buntal Indra Dewana mulai gerah dengan PT NSP tersebut, dimana perusahaan tidak komitmen pada Tanaman Kehidupan yang di janjikan oleh perusahaan.

“Tanaman Kehidupan yang dijanjikan dalam hal ini (sagu) sejak diserahkan dari tahun 2017 sampai saat ini belum ada hasil” kata Indra.

“Jangan jangan ini hanya sebatas janji manis sebagai penghibur kami masyarakat tempatan bahwa kami akan mendapatkan manfaat dari berdirinya perusahaan tersebut, faktanya nol” tambahnya.

Tidak hanya itu, persoalan banjir akibat kanal NSP yang sempat Merendam wilayah desa Teluk Buntal beberapa waktu yang lalu juga tidak ada kejelasan.

“Perusahaan banyak omong kosong saja, kita tidak melihat komitmen nya di lapangan, masalah bajir kemaren juga seperti tidak ada penyelesaian, kalau seperti ini kita minta perusahaan hengkang saja dari Tebing Tinggi Timur Ini, karena tidak memberikan manfaat bagi kami” tutup Indra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x