Cegah Jakarta Makin Ambles, Layanan Air Perpipaan untuk Warga Jadi Kunci

zul Pancer
4 Nov 2026 03:48
2 menit membaca

JAKARTA, Layanan air perpipaan yang andal menjadi bagian penting dalam mengurangi ketergantungan warga pada air tanah. Kepastian pasokan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung pengendalian pengambilan air tanah yang berkontribusi terhadap penurunan muka tanah Jakarta.

Isu tersebut dibahas dalam *Focus Group Discussion Jakarta Water-Wise* di Aroem Resto & Ballroom, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).

*Prof. Ir. Firdaus Ali, M.Sc., Ph.D.,* pendiri Indonesia Water Institute, menyoroti *minimum consumption* atau pemakaian minimum sebagai salah satu instrumen pendukung keberlanjutan layanan. Penerapannya perlu disertai akses perpipaan yang tersedia, infrastruktur terpelihara, dan pelayanan yang dapat diandalkan.

Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur air perpipaan perlu mendukung keadilan akses bagi masyarakat.

Melalui mekanisme tersebut, tagihan pelanggan dengan penggunaan di bawah batas tertentu dihitung berdasarkan volume minimum yang ditetapkan. Pendekatan ini dapat membantu menopang biaya kesiapan layanan dan pemeliharaan jaringan, meskipun pemakaian pelanggan rendah.

Praktik serupa telah diterapkan di sejumlah kota. Kontrak berlangganan PDAM Surya Sembada Surabaya mencantumkan pembayaran air paling sedikit 10 meter kubik. Di Denpasar, pengumuman tarif tahun 2022 mencantumkan minimum pemakaian bulanan 10 meter kubik bagi sejumlah golongan pelanggan. Perumda Tugu Tirta Kota Malang juga telah menerapkan beban tetap dan pemakaian minimum.

Sementara itu, *Novika Candra Astuti, Ph.D.,* dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB, menjelaskan bahwa keputusan warga beralih ke air perpipaan dipengaruhi kepercayaan, biaya, kemudahan akses, dan pengalaman pelayanan. Sosialisasi akan lebih meyakinkan apabila manfaat yang dijanjikan sesuai dengan pengalaman pelanggan.

Dalam diskusi kelompok, peserta turut menyoroti kebutuhan akan aliran yang stabil, kualitas air yang terjaga, pemberitahuan gangguan, serta penanganan keluhan yang cepat dan jelas.

Penguatan layanan perlu berjalan bersama informasi tagihan yang mudah dipahami dan pemerataan akses. Ketika air perpipaan dapat diandalkan, warga memiliki pilihan untuk mengurangi penggunaan air tanah dan ikut menjaga ketahanan Jakarta.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x