
KABUPATEN SOLOK – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Solok menjadikan hasil Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan prestasi atlet pada kompetisi mendatang.
Ketua Umum KONI Kabupaten Solok, Doni Zulkifli, S.T., Dt. Majo Lelo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang membawa nama Kabupaten Solok dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Apresiasi itu disampaikan pada Minggu (25/10/2026), menyusul capaian kontingen Kabupaten Solok yang berhasil mengumpulkan 175 medali dari 41 cabang olahraga yang diikuti.
Berdasarkan data perolehan medali, Kabupaten Solok meraih 32 medali emas, 62 medali perak, dan 81 medali perunggu. Hasil tersebut menempatkan Kabupaten Solok pada peringkat ke-12.
Doni mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh unsur kontingen. Ia menegaskan bahwa perjuangan atlet patut dihargai, tidak hanya berdasarkan medali yang berhasil diraih, tetapi juga semangat dan sportivitas selama pertandingan.
“Terima kasih atas kerja keras, tetesan keringat, dan kedisiplinan yang telah ditunjukkan. Kalian telah menjaga sportivitas dan membawa nama baik Kabupaten Solok. Perjuangan kalian adalah kebanggaan masyarakat daerah,” ujar Doni.
Menurutnya, KONI Kabupaten Solok tidak ingin menjadikan hasil Porprov sekadar catatan perolehan medali. Lebih dari itu, capaian tersebut harus menjadi dasar untuk mengukur efektivitas pembinaan olahraga yang selama ini telah berjalan.
Karena itu, KONI akan mendorong seluruh pengurus cabang olahraga bersama pelatih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap persiapan atlet, kualitas latihan, kesiapan mental, strategi pertandingan, serta hasil yang diperoleh masing-masing cabang olahraga.
Doni menilai, peningkatan prestasi membutuhkan pembinaan yang terencana dan berkelanjutan. Atlet yang telah meraih medali diharapkan terus meningkatkan kemampuan, sedangkan atlet yang belum berhasil naik podium perlu mendapatkan perhatian dan pembinaan lebih lanjut.
Ia juga mengingatkan agar seluruh atlet tidak kehilangan semangat setelah kompetisi berakhir. Menurutnya, Porprov merupakan bagian dari proses panjang dalam membangun kualitas dan daya saing atlet daerah.
KONI Kabupaten Solok, lanjut Doni, membutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga, pelatih, serta masyarakat untuk menciptakan sistem pembinaan yang lebih kuat.
Dukungan berbagai pihak diperlukan agar pembinaan atlet tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan Porprov, tetapi juga mampu melahirkan atlet berprestasi yang dapat bersaing pada tingkat regional maupun nasional.
Doni berharap hasil Porprov XVI Sumatera Barat menjadi momentum bagi KONI Kabupaten Solok untuk melakukan pembenahan, memperkuat koordinasi dengan seluruh cabang olahraga, serta menyiapkan program pembinaan yang lebih terukur.
Dengan demikian, capaian 175 medali tersebut diharapkan tidak menjadi titik akhir, melainkan pijakan bagi kebangkitan dan peningkatan prestasi olahraga Kabupaten Solok pada masa mendatang. (Adv)


Tidak ada komentar