LAMR Meranti Ajak Insan Pers Satukan Tujuan, Jaga Marwah Melayu dan Kawal Pembangunan Daerah

Hidayat Meranti
1 Okt 2026 00:32
Headline 0 37
5 menit membaca

SELATPANJANG — Respon.co.id – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti memperkuat komunikasi dengan insan pers.

Melalui kegiatan Silaturahmi dan Berbagi Cerita Bersama Pewarta, LAMR mengajak organisasi kewartawanan dan seluruh insan pers menyatukan langkah dalam menjaga marwah Melayu sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Kegiatan digelar di Balai Adat LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Selatpanjang, Rabu (30/9/2026).

Sejumlah organisasi kewartawanan hadir, di antaranya PWI, ASWIN, PWMOI, PWRI, IWO dan JMSI, bersama wartawan serta tokoh masyarakat.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab. Pengurus LAMR menyediakan hidangan bagi para tamu sekaligus membuka ruang dialog mengenai berbagai persoalan adat, budaya, sejarah dan pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa hubungan LAMR dengan pers tidak boleh hanya sebatas publikasi kegiatan.

Menurutnya, pers memiliki posisi strategis sebagai penyampai informasi sekaligus ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan, kritik dan masukan.

“Yang kita harapkan adalah bagaimana kita bersama-sama membangun Kabupaten Kepulauan Meranti. Jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah. Mari kita kedepankan kebersamaan dan satukan tujuan untuk daerah yang kita cintai ini,” ujar Afrizal.

LAMR Buka Ruang Kritik Wartawan

Afrizal juga menegaskan bahwa LAMR membuka ruang seluas-luasnya bagi insan pers untuk menyampaikan kritik maupun masukan.

Menurut dia, pemberitaan yang berangkat dari fakta dan kepentingan masyarakat justru dapat menjadi bahan evaluasi bagi LAMR dalam menjalankan program serta memperbaiki kekurangan.

“Jangan hanya menyampaikan yang baik-baik saja. Kalau ada yang kurang, silakan sampaikan. Kalau ada yang perlu diperbaiki, mari kita diskusikan bersama,” katanya.

Ia menilai komunikasi terbuka antara lembaga adat dan pers penting untuk menghindari kesalahpahaman sekaligus memastikan informasi yang diterima masyarakat dapat dipertanggungjawabkan.

Pers Diajak Bersama Menjaga Marwah Melayu

Selain membangun kemitraan dengan media, LAMR juga mengajak insan pers ikut mengambil bagian dalam menjaga marwah adat dan budaya Melayu di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Afrizal menekankan bahwa pelestarian adat dan budaya bukan hanya menjadi tugas pengurus LAMR, melainkan tanggung jawab bersama masyarakat.

“Kalau bukan kita yang menjaga marwah Melayu, siapa lagi? Mari satukan tujuan dan sama-sama kita menjaga marwah adat Melayu Kabupaten Kepulauan Meranti,” tegasnya.

Ia mengatakan nilai-nilai adat Melayu perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak berhenti sebagai simbol atau seremoni, tetapi tetap hidup dalam kehidupan masyarakat.

Karena itu, LAMR mendorong berbagai kegiatan kebudayaan, pendidikan adat, pengenalan sejarah lokal serta kegiatan yang melibatkan generasi muda.

19 Kegiatan Telah Dilaksanakan Sepanjang 2026

Dalam pertemuan tersebut, Afrizal juga memaparkan sejumlah program LAMR yang telah berjalan maupun yang dipersiapkan ke depan.

Sejak Januari 2026, LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti telah melaksanakan sedikitnya 19 kegiatan, termasuk sosialisasi budaya di sekolah, kerja sama dengan kepolisian serta berbagai agenda yang berkaitan dengan adat dan budaya Melayu.

Sejumlah agenda berikutnya juga telah disiapkan hingga akhir 2026.
Di antaranya seminar sejarah pada 5 Oktober, Menapak Jejak Warisan Sejarah pada 17 Oktober, Melantun Seribu Pantun pada 10 November, pemberian anugerah adat dan tari budaya pada 19 November, pembentukan kelompok seni anak pulau pada 25 November, serta peluncuran literasi pantun pada 17 Desember 2026.

Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya LAMR memperkuat pelestarian budaya sekaligus meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam menjaga identitas Melayu.

LAMR Dorong Pelurusan Sejarah Meranti
LAMR juga menaruh perhatian terhadap kajian sejarah lokal Kepulauan Meranti.
Afrizal menyebut sejumlah catatan sejarah perlu dikaji kembali berdasarkan sumber dan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Salah satunya berkaitan dengan keberadaan makam Tunku Bagus Said Toha di Jalan Tunku Umar serta catatan mengenai perkembangan Islam dan sejarah awal wilayah Kepulauan Meranti.

Menurutnya, pelurusan sejarah penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, mendapatkan pemahaman yang tepat mengenai perjalanan sejarah daerah.

“Sejarah harus kita tempatkan berdasarkan data dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai informasi yang keliru terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Ketua Panitia: Kemitraan Pers Harus Sehat dan Konstruktif

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Datuk Susanto Sudarmo, S.E., mengatakan kegiatan tersebut sengaja digelar sebagai ruang silaturahmi sekaligus membuka komunikasi yang lebih luas antara LAMR dan insan pers.

Menurutnya, pers merupakan mitra strategis dalam menyampaikan berbagai program, pemikiran dan aktivitas LAMR kepada masyarakat.

“Hubungan antara LAMR dan insan pers tidak hanya sebatas hubungan pemberitaan, tetapi kami harapkan menjadi hubungan kemitraan yang sehat, kritis dan konstruktif,” kata Susanto.

Ia menyebut keterbukaan informasi menjadi salah satu kunci agar hubungan antara lembaga adat dan media dapat berjalan secara profesional.

LAMR membutuhkan pers untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, sementara wartawan membutuhkan akses informasi yang terbuka agar setiap pemberitaan memiliki dasar yang jelas.

Satukan Langkah untuk Meranti
Silaturahmi LAMR bersama insan pers tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Forum itu menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, bertukar gagasan, menyampaikan kritik dan mengevaluasi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

LAMR dan insan pers juga didorong untuk bersama-sama menjaga nilai adat dan budaya Melayu tanpa mengabaikan fungsi pers sebagai kontrol sosial.
Dengan komunikasi yang terbuka, LAMR berharap sinergi dengan insan pers dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Mari kita satukan tujuan. Kita jaga kebersamaan, kita rawat adat dan budaya, serta bersama-sama membangun Kabupaten Kepulauan Meranti,” tutup Datuk Seri Afrizal Cik.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x