Utamakan Sunnah dan Prinsip Ihsan, Penyemblihan Hewan Qurban Di Yayasan Sabilul Haq Kota Solok Berlangsung Khidmat.

Admin Respon
28 Mei 2026 07:07
2 menit membaca

Kota Solok — respon.co.id |Proses penyembelihan hewan kurban di Yayasan Sabilul Haq berlangsung tertib dan sesuai dengan kaidah syariat Islam. Tahun ini, sebanyak 10 ekor sapi disembelih dengan mengedepankan sunnah, adab penyembelihan, serta prinsip ihsan terhadap hewan kurban, Kamis 11 Zulhijjah 1447 H / 27/05/2026 M.

‎Panitia kurban mendistribusikan sekitar 850 kupon kepada setiap siswa TK IT SBH, SD IT SBH, SMP IT SBH, SMA IT SBH, Siswa RQ, Majelis Guru, Ikhwan dan masyarakat sekitar  sebagai bentuk pemerataan manfaat daging kurban kepada warga yang berhak menerima.

Terlihat relawan sedang mengantongi daging qurban. Kamis 28/05/2026.

Ketua pelaksana kurban, Addia Abu Khalid, mengatakan bahwa pelaksanaan kurban di yayasan tersebut menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya ikhwan yang memahami tata cara penyembelihan sesuai syariat, menjadi indikator kemajuan yang patut diapresiasi.

‎“Alhamdulillah, setiap tahun semakin banyak ikhwan yang mampu melakukan penyembelihan sesuai adab dan aturan sunnah. Ini bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi juga bagian dari dakwah dan pendidikan syariat,” ujarnya.

Relawan bagian pembersihat perut hewan qurban bekerja penuh semnagat. 

‎Ia menjelaskan, proses penyembelihan tidak hanya berorientasi pada kecepatan, namun juga memperhatikan aspek kemanusiaan dan etika terhadap hewan. Pemilihan alat sembelih yang tajam menjadi syarat utama agar proses penyembelihan berlangsung cepat dan meminimalisasi rasa sakit pada hewan.

‎Selain itu, area penyembelihan juga dirancang sedemikian rupa untuk memudahkan proses rebahnya sapi. Lantai tempat hewan berpijak dibuat licin agar kuku sapi tidak memiliki tumpuan kuat sehingga lebih mudah dijatuhkan tanpa perlakuan kasar.

‎“Dalam Islam, ihsan terhadap hewan sangat ditekankan. Jangan sampai sapi lain melihat temannya disembelih. Karena itu, tempat sapi yang sudah dipotong dan yang belum kami pisahkan,” jelas Hedia.

‎Tak hanya itu, panitia juga membersihkan sisa darah bekas penyembelihan agar tidak menimbulkan stres pada hewan lain yang masih menunggu giliran disembelih.

Menurutnya, edukasi mengenai adab penyembelihan perlu terus disebarluaskan agar masyarakat memahami bahwa ibadah kurban bukan hanya ritual tahunan, melainkan juga cerminan nilai kasih sayang dan penghormatan terhadap makhluk hidup.

Ia berharap para ikhwan yang telah memahami teknik penyembelihan sesuai syariat dapat menyebarkan pengetahuan tersebut di lingkungan masing-masing.

‎“Kami berharap teman-teman yang sudah mampu menyembelih sesuai aturan sunnah dapat mendakwahkan ilmu ini di tempat mereka berdomisili, sehingga pemahaman tentang penyembelihan yang benar semakin meluas di tengah masyarakat, jika diperlukan kami In Syaa Allah siap membagi ilmu tata cara dan adab menyemblih hewan qurban” tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x